Monitoring persediaan barang farmalkes
Lihat masalah, solusi & indikator
Stok obat dan alkes sulit dipantau per lokasi, batch dan kedaluwarsa.
Dashboard farmalkes, minimum stock, batch/expiry, FEFO dan peringatan stok.
Sudah menggunakan SIMRS, tetapi tantangan operasional dan manajemen belum teratasi? Temukan masalah berdasarkan segmen fasilitas, dampaknya, dan pendekatan solusi SmartHub.
24 persoalan terpetakan dalam 7 segmen fasilitas. Pilih kategori untuk melihat pendekatan solusinya.
Pengendalian biaya BPJS, persediaan farmalkes, klaim, anggaran, dan transparansi jasa layanan.
Stok obat dan alkes sulit dipantau per lokasi, batch dan kedaluwarsa.
Dashboard farmalkes, minimum stock, batch/expiry, FEFO dan peringatan stok.
Mutasi antar-gudang dan unit belum konsisten sehingga stok fisik dan sistem berbeda.
Inventory terintegrasi, transfer, stock opname dan audit trail.
Biaya aktual pasien sulit dibandingkan dengan estimasi tarif klaim selama perawatan.
KMKB: biaya per episode, obat, tindakan, penunjang dan perbandingan estimasi klaim.
Berkas tidak lengkap, coding tidak sinkron dan klaim pending atau dispute.
SmartCasemix, validasi dokumen RME, billing, VClaim dan eClaim/iDRG sesuai integrasi tersedia.
Anggaran, komitmen pengadaan dan realisasi belanja tersebar.
Dashboard anggaran vs realisasi, integrasi procurement, persediaan dan akuntansi BLUD.
Rekonsiliasi jasa pelayanan manual dan berpotensi selisih.
Perhitungan jasa berbasis transaksi dan aturan remunerasi RS, dengan approval dan audit trail.
Visibilitas profitabilitas, ketertiban persediaan, tutup buku, dan laporan keuangan.
Billing tidak otomatis menunjukkan biaya dan margin operasional.
Dashboard BI pendapatan, biaya dan margin per unit.
Perpindahan dan pemakaian barang sulit ditelusuri.
Inventory, mutasi antarunit, valuasi stok dan audit trail.
Item ini tertulis dua kali dalam dokumen; dapat didalami menjadi analisis profitabilitas layanan.
Dashboard profitabilitas per layanan, unit dan payer dengan alokasi biaya disepakati.
Rekonsiliasi billing, kas, piutang dan jurnal membutuhkan waktu.
Jurnal terintegrasi, rekonsiliasi dan kontrol tutup buku.
Pelaporan memerlukan pemindahan atau rekonsiliasi data manual.
General ledger, COA, neraca, laba rugi, arus kas dan pemetaan SAK yang relevan.
Integrasi sistem operasional rumah sakit dengan tata kelola dan pelaporan korporasi.
Pemilik membutuhkan visibilitas kinerja lintas unit.
Corporate BI dengan KPI keuangan dan operasional.
Format dan master data RS berbeda dengan sistem korporasi.
API, data mapping, integrasi dengan sistem pemilik dan kontrol akses.
Akun dan kebijakan pelaporan perlu diselaraskan dengan grup.
Pemetaan COA, jurnal dan ekspor konsolidasi.
Aturan remunerasi dan sumber transaksi beragam.
Engine jasa layanan dengan approval, kebijakan dan audit trail.
Konsolidasi kinerja dan data dari berbagai rumah sakit dalam satu pandangan manajemen.
Kinerja antar-RS sulit dibandingkan karena definisi KPI berbeda.
Dashboard multi-RS dengan KPI terstandar.
RS dalam grup dapat memakai vendor SIMRS berbeda.
Integration layer dan normalisasi master data tanpa wajib mengganti semua SIMRS.
Laporan operasional dan keuangan belum terkonsolidasi.
Executive dashboard holding dan data mart konsolidasi.
Kebutuhan investasi, kesiapan infrastruktur, dan opsi implementasi bertahap.
Biaya lisensi, migrasi, infrastruktur dan pelatihan menjadi kendala investasi.
Pilihan lisensi, berlangganan, implementasi modular atau KSO sesuai kajian.
Server, jaringan, backup dan perangkat tidak memadai.
Assessment kapasitas, desain cloud/on-prem/hybrid, backup dan tahapan implementasi.
Pengelolaan kapitasi BPJS, utilisasi pelayanan, dan pengendalian biaya klinik.
Administrasi peserta, kunjungan dan indikator layanan harus akurat.
SIM Klinik dengan monitoring peserta, kunjungan, RME dan integrasi BPJS yang tersedia.
Pendapatan kapitasi belum otomatis mencerminkan profitabilitas.
Dashboard kapitasi, biaya obat, kunjungan dan margin; opsi kerja sama SAS perlu didefinisikan.
Kebutuhan layanan spesialistik dan infrastruktur yang sesuai skala operasional.
Kompleksitas layanan dapat tinggi; namun Klinik Utama tidak otomatis setara RS C secara regulasi.
SIM Klinik modular sesuai izin dan jenis layanan; kaji opsi SAS.
Keterbatasan investasi dan dukungan TI.
Langganan, infrastruktur proporsional, implementasi bertahap dan SLA.
Strategi ditentukan berdasarkan assessment kondisi sistem, kesiapan data, anggaran dan prioritas operasional.
Tambahkan dashboard BI, KMKB, SmartCasemix atau modul tertentu melalui integrasi yang layak secara teknis.
Ganti komponen yang paling bermasalah secara bertahap dengan pengujian data dan alur kerja.
Migrasi terencana ke SmartRS V5 ketika kebutuhan operasional tidak lagi dapat dipenuhi oleh sistem lama.
Jawab 40 pertanyaan untuk mendapatkan ringkasan masalah dan prioritas perbaikan.
Mulai Hospital Health Check →